Lingkungan 12 Januari 2026 Oleh: Admin Persadalab

Asap Las Berbahaya? Ini Kandungan Asap Las dan Senyawa Berbahaya yang Bisa Memicu Penyakit

Asap Las Berbahaya? Ini Kandungan Asap Las dan Senyawa Berbahaya yang Bisa Memicu Penyakit

MinPer selalu percaya, pertanyaan ‘kenapa’ tidak kalah penting dibanding 4W + 1H lainnya. Sama dengan pembahasan tentang asap las, mengapa asap las (welding fume) berbahaya? Apa saja kandungan yang bisa memicu penyakit-penyakit berbahaya apabila terpapar dalam intensitas yang tinggi. 

Yuk lebih aware dengan keselamatan kerja di perusahaan kita, dimulai dengan membaca artikel-artikel yang MinPer tulis disini!

Perbedaan Metal Fume dan Welding Fume

Metal fume dan welding fume seringkali muncul di satu pembahasan yang sama, namun keduanya memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Fume berarti uap partikel padat yang terbentuk dari proses pemanasan zat, biasanya identik dengan logam. Uap tersebut diberi nama metal fume, karena merupakan uap yang dihasilkan dari proses pemanasan logam. 

Ketika logam secara spesifik diolah dengan cara di-las (welding), maka sah apabila Mitra Persada menyebutnya juga sebagai welding fume.

Baca Juga : Apa Itu Fume dan Mengapa Paparan Metal Fume Bisa Berbahaya di Lingkungan Kerja

Kandungan Utama Asap Las (Welding Fume)

Welding fume adalah partikel halus yang dihasilkan dari proses pemanasan logam hingga sampai titik lelehnya. Meskipun telah berbentuk uap, welding fume tetap mengandung bahan utama sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan pekerja dalam jangka panjang, lebih lagi jika paparan terjadi dengan intensitas sangat tinggi. Adapun kandungan utama welding fume, diantaranya : 

  1. Oksida Logam (Besi, Mangan, Kromium, Nikel, dll)
  2. Silikat
  3. Gas (Karbon Monoksida, Nitrogen Oksida)

Dalam proses paparan asap las, beberapa partikel masih bisa disaring oleh hidung sehingga keluar kembali melalui proses pernafasan. Meski begitu, beberapa partikel akan masuk dan mengendap di dalam saluran pernafasan manusia. 

Terlepas dari kandungan logam yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, senyawa gas seperti karbon monoksida dan nitrogen oksida juga memiliki bahaya tersendiri. Bahkan karbon monoksida seringkali disebut silent killer, karena tidak memiliki warna dan bau, namun efek jangka panjangnya bisa jadi sangat mengerikan.

Asap Las vs Asap Rokok

Keduanya sama-sama diketahui memiliki efek negatif bagi kesehatan, meski pada dasarnya keduanya  memiliki dampak yang berbeda. Asap rokok bertanggungjawab terhadap 90% kematian akibat kanker paru-paru, serta meningkatkan risiko jantung koroner dan stroke. Asap rokok memiliki dampak yang menyebar ke seluruh organ tubuh, sehingga menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit kronis dan kematian dini.

Edukasi untuk para perokok begitu masif disuarakan, namun sayangnya belum sebanyak itu kampanye serupa terkait kesehatan di lingkungan kerja, khususnya terkait paparan welding fume yang tidak kalah berbahaya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The International Agency for Cancer Research, welding fume dikategorisasikan sebagai karsinogenik (zat penyebab kanker). Hal tersebut yang menyebabkan welders / tukang las memiliki risiko kanker paru-paru berkali-kali lipat dibandingkan pekerja pada sektor lain. Risiko paparan juga dapat meningkat apabila berada pada ruang tertutup, serta pengelasan pada beberapa jenis logam tertentu (baja lunak, baja tahan karat, dll).

Terlebih, apabila paparan welding fume ditambah dengan konsumsi rokok yang tinggi. Kombinasi yang sempurna untuk makin melemahkan fungsi paru-paru, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi penyakit kronis.

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Bahaya Asap Las

Asap las memang berbahaya, namun ‘seberapa’ berbahaya dampak paparan sangat bergantung pada beberapa faktor berikut : 

  • Kandungan Logam

Beberapa jenis logam seperti berilium (Br), mangan (Mg), seng (Zn) menghasilkan efek langsung, diantaranya yakni Metal Fume Fever.

Baca Juga : Metal Fume Fever : Penyakit akibat Paparan Metal Fume dan Asap Logam di Tempat Kerja

Namun beberapa jenis logam lainnya memiliki dampak yang lebih mengerikan, seperti kadmium oksida (CdO) yang menyebabkan potensi kerusakan ginjal, serta nikel (Ni) yang berpotensi meningkatkan risiko kanker dan gangguan paru-paru kronis lainnya.

  • Intensitas Paparan

Intensitas paparan ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya yakni lokasi pengelasan (indoor / outdoor), jenis pemanasan / pengelasan logam yang digunakan, posisi individu terhadap objek las (vertical / horizontal / over head), seberapa banyak kandungan logam, serta seberapa banyak bahan yang kemudian perlu dilas oleh pekerja tersebut.

Semakin tinggi intensitas paparan welding fume pada individu, maka semakin tinggi pula risiko kesehatan kerja pada individu tersebut.

  • Mekanisme Pengelolaan Paparan

Disinilah peran perusahaan untuk menjaga kesehatan seluruh pekerjanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan dapat meminimalisir paparan dengan melakukan asesmen terhadap risiko kesehatan pekerja / Occupational Health Risk Assessment (OHRA). 

Selain itu, penggunaan Local Exhaust Ventilation (LEV) dan APD juga sangat penting untuk mengurangi intensitas paparan langsung asap las terhadap pekerja.

Baca Juga : Risiko Welding Fume yang Sering Tidak Masuk Radar Compliance

Contoh Penyakit akibat Paparan Asap Las

Intensitas paparan welding fume yang tinggi tidak hanya dapat menyebabkan 1 jenis penyakit, namun dapat menjadi akar dari berbagai penyakit lainnya, seperti : 

  • Metal Fume Fever

Penyakit ini paling sering dibahas, karena frekuensinya sangat sering dialami oleh para pekerja. Sayangnya, ini hanya 1 di antara sekian dampak negatif paparan metal fume pada pekerja.

  • Iritasi Saluran Pernafasan

Ketika sisa-sisa partikel logam terus menumpuk di saluran pernafasan, maka sangat berpotensi melukai organ sehingga menyebabkan iritasi saluran pernapasan, mulai tingkat ringan yang menyebabkan batuk dan pilek, hingga tingkat berat seperti pneumonia, sesak napas, dan sebagainya.

  • Kanker Paru-paru

Beberapa jenis logam berat apabila terpapar pada individu, dapat menyebabkan rentetan dampak yang mungkin tidak terlihat dalam 1-2 bulan, namun jika terus menerus dipupuk dapat menyebabkan risiko kesehatan kronis seperti kanker paru-paru. Bahkan studi telah membuktikan bahwa tukang las memiliki risiko kanker paru-paru berlipat ganda dibandingkan individu dengan profesi lainnya.

Upcoming Agenda : Mimbar Pakar eps. 1

Bagaimana cara yang efektif untuk dapat mengendalikan paparan metal fume di tempat kerja? Mitra Persada dapat mengikuti sesi Mimbar Pakar eps. 1 bersama ibu Julita Malomba, sebuah sesi webinar yang diselenggarakan oleh PT Graha Mutu Persada yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Membahas topik-topik yang relevan dengan kebutuhan Mitra Persada saat ini.

Untuk episode pertama ini, MinPer akan mengajak Mitra Persada membahas terkait Metal Fume dan segala hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan para pekerja demi menunjang performa bisnis di masa yang akan mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan cek informasi pendaftaran melalui tautan berikut / hubungi 0823-3454-2313 (Marketing GMP) untuk infomasi selengkapnya!

 

Share:
Link berhasil disalin!
Hubungi Kami