Expert 09 Januari 2026 Oleh: Halimatus Sa'diyah

Risiko Welding Fume yang Sering Tidak Masuk Radar Compliance

Risiko Welding Fume yang Sering Tidak Masuk Radar Compliance

Welding fume atau dapat diartikan asap las dihasilkan dari proses pemanasan logam dengan menggunakan suhu tertentu. Welding fume mengandung banyak partikel halus dan gas berbahaya yang dapat berdampak langsung bagi kesehatan pekerja. Welding fume  sediri  masih banyak disepelekan dan tidak terdeteksi pada radar compliance, karena dampaknya yang tidak langsung terasa bagi para pekerja. Bahaya ini sangat berbahaya apabila tidak ditangani secara serius.

Mari kita kupas tuntas lebih dalam mengapa risiko welding fume sering tidak masuk radar compliance 

Apa itu Welding Fume

Welding fume adalah partikel padat berukuran sangat kecil yang dihasilkan dari proses pengelasan akibat pemanasan logam dan bahan pengisi. Komposisi welding fume tergantung dari jenis pengelasan, materi logam yang digunakan dan elektroda yang digunakan. 

Berdasarkan referensi Controlling Hazard Fume and Gases during Welding, welding fume mengandung lebih dari 18 oksida logam, seperti alumunium, antimon, arsen, berilium, kadmium, kromium, kobalt, tembaga, besi, timbal, mangan, molibdenum, merkuri, nikel, vanadium, titanium, tin dan seng.

Partikel dari welding fume yang terhirup dapat masuk hingga ke paru-paru. Paparan welding fume dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pernapasan, bronchitis, iritasi mata, kerusakan paru-paru, serta kondisi akut seperti Metal Fume Fever.

Baca Juga : Metal Fume Fever: Penyakit akibat Paparan Metal Fume dan Asap Logam di Tempat Kerja

Mengapa Welding Fume Sering Diremehkan dalam Compliance

Dalam praktik di lapangan, bahaya welding fume masih sering kurang mendapatkan perhatian memadai dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini disebabkan karena dampak welding fume yang cenderung bersifat jangka panjang dan tidak selalu menimbulkan gejala langsung setelah paparan. Kondisi ini menyebabkan risiko welding fume tidak menjadi prioritas utama. 

Selain itu, pemahaman mengenai komposisi welding fume dan dampaknya terhadap kesehatan pekerja masih perlu ditingkatkan, baik di tingkat manajemen maupun operasional. Risiko yang ditimbulkan oleh welding fume sering kali belum dipahami secara menyeluruh sebagai bahaya kimia dengan efek jangka panjang. 

Di sisi lain, keterbatasan edukasi mengenai pentingnya pengendalian teknis, seperti ventilasi yang memadai dan sistem penghisap asap las, menyebabkan upaya pengendalian masih berfokus pada penggunaan APD semata. Kondisi ini diperkuat oleh budaya kerja yang belum sepenuhnya mendukung penerapan pengendalian risiko secara konsisten, sehingga pengelolaan welding fume belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

APD Bukan Solusi Utama

Dalam sistem Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3), pengendalian risiko harus mengikuti hierarki pengendalian bahaya, seperti:

  1. Eliminasi
  2. Subsitusi
  3. Rekayasa teknis
  4. Pengendalian administratif
  5. Alat Pelingdung Diri (APD)

Berdasarkan hierarki pengendalian bahaya penggunaan alat pelindung diri APD berada pada urutan terakhir dalam pengendalian risiko, hal ini mengartikan bahwa penggunaan APD saja tidak cukup efektif dalam menangani bahaya welding fume. 

Efektivitas APD sangat bergantung pada perilaku manusia, seperti kedisiplinan penggunaan, kenyamanan, dan kesesuaian spesifikasi. Oleh karena itu, tanpa pengendalian dari sumber bahaya maka risiko paparan tetap akan tinggi meskipun APD telah digunakan.

Peran Pengukuran Lingkungan Kerja

Pengendalian welding fume yang efektif perlu difokuskan pada rekayasa teknik, seperti pemasangan local exhaust ventilation (LEV), penggunaan fume extractor langsung di titik pengelasan, serta penyediaan ventilasi umum yang memadai. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan bahaya dari sumbernya sehingga paparan terhadap pekerja dapat diminimalkan 

Selain rekayasa teknik, pengukuran lingkungan kerja memiliki peran yang sangat penting. Melalui pengukuran, perusahaan dapat mengetahui tingkat paparan welding fume, serta menentukan kebutuhan pengendalian yang tepat. Pengukuran juga menjadi dasar evaluasi efektivitas pengendalian yang telah diterapkan, sehingga pengelolaan risiko dilakukan secara objektif dan berbasis data.

Risiko Kepatuhan Jangka Panjang bagi Perusahaan

Paparan welding fume apabila tidak dikelola dengan baik dan dicegah sedini mungkin dapat menimbulkan berbagai risiko seperti

Baca Juga : Apa Itu Fume dan Mengapa Paparan Metal Fume Bisa Berbahaya di Lingkungan Kerja

  • Penyakit pernapasan kronis bagi pekerja

  • Penurunan prosduktifitas pekerja

  • Temuan audit

  • Sanksi hukum serta kerugian finasial bagi pelaku usaha. 

Dampak ini timbul karena tidak mematuhi peraturan-peraturan terkait K3. Kondisi ini dapat berdampak pada keberlanjutan operasional dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, risiko welding fume tidak dapat dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sebagai risiko strategis perusahaan yang memerlukan pengelolaan secara sistematis dan berkelanjutan.

Penutup

Pengendalian welding fume yang komprehensif, berbasis data, dan selaras dengan prinsip hierarki pengendalian risiko merupakan langkah penting dalam melindungi kesehatan pekerja sekaligus memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aspek K3. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan operasional dan tata kelola yang baik.

Untuk mendukung pengelolaan risiko welding fume secara terukur dan sesuai ketentuan K3, perusahaan dapat mempertimbangkan pelaksanaan pengujian lingkungan kerja secara berkala. PT Graha Mutu Persada mendukung kebutuhan tersebut melalui layanan pengujian yang dilakukan secara profesional dan berbasis standar yang berlaku.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan pengujian lingkungan kerja serta produk dan layanan terbaru dari PT Graha Mutu Persada, Anda dapat menghubungi tim kami melalui +62-823-3454-2313 (Marketing GMP). PT Graha Mutu Persada berkomitmen memberikan layanan yang cepat, tepat, dan andal dalam mendukung pengelolaan K3 dan kepatuhan perusahaan.

Share:
Link berhasil disalin!
Hubungi Kami