Meskipun sering dikira satu keluarga, fume berbeda dengan debu (dust) maupun asap (smoke). Sama-sama berbahaya untuk pernapasan, namun fume selalu perlu menjadi perhatian lebih bagi Mitra persada. Paparan partikel padat super halus dari logam (metal fume) dapat menyebabkan peradangan pada tubuh manusia.
Apa perbedaannya? Kenapa Mitra Persada perlu mewaspadai paparan Fume secara berlebihan di lingkungan kerja? Yuk kita bahas bersama-sama!
Pengertian Fume dalam Konteks K3
Fume adalah partikel yang terbentuk ketika benda padat menguap akibat dipanaskan pada ketinggian suhu tertentu. Asap tersebut tetap mengandung komponen yang sama dengan zat induknya, sehingga ketika sudah dingin ia akan kembali dalam bentuk semula (bisa logam, dsb).
Partikel ini sangat identik dengan proses pengelasan / welding, sehingga sangat penting bagi perusahaan yang melibatkan welding sebagai bagian dari proses operasional perusahaan untuk memberi perhatian pada partikel ini.
Perbedaan Fume, Uap, dan Debu Industri
Tidak bisa dipungkiri, meskipun ketiganya memiliki dampak berbahaya bagi pernapasan, Fume, Uap, dan Debu ternyata memiliki perbedaan. Berikut MinPer rangkum penjelasan sederhananya :
-
Fume / Uap Padat
Partikel padat super halus yang dihasilkan dari proses perubahan wujud (kondensasi) logam akibat proses pemanasan. Fume biasanya dihasilkan pada proses pemanasan logam, contoh : welding / pengelasan menghasilkan metal fume.
Baca Juga : Metal Fume Fever : Penyakit akibat Paparan Metal Fume dan Asap Logam di Tempat Kerja
-
Dust / Debu
Partikel padat berukuran 500 mikrometer yang melayang di udara, kemudian jatuh akibat gravitasi. Debu sangat sering kita temui pada keseharian, diantaranya debu rumah tangga, debu pasir, debu di area kerja, dan sebagainya.
-
Organic Vapor / Uap
Organic vapor merupakan gas yang terbentuk dari benda padat / cair yang mengalami proses penguapan / sublimasi. Contoh yang daat kita temui dalam keseharian yakni uap air panas, serta uap dari cat semprot.
Bagaimana Metal Fume Terbentuk
Metal fume terbentuk dari campuran kompleks antara partikel oksida logam, silikat, serta fluorida. Asap las terbentuk ketika logam dipanaskan melebihi titik didihnya, sehingga menghasilkan uap yang mengembun menjadi partikel padat berukuran super halus.
Asap yang dihasilkan dari proses pengelasan biasanya masih mengandung elektroda (konduktor listrik), serta partikel dari bahan yang dilas. Apabila bahan yang dilas mengandung logam berat, maka fume yang dihasilkan juga akan tetap mengandung partikel tersebut.
Contoh Aktivitas di Lingkungan Kerja yang Menghasilkan Metal Fume
Meskipun identik dengan proses pengelasan, ternyata aktivitas di lingkungan kerja Mitra Persada yang berpotensi menghasilkan Metal Fume tidak hanya itu. Berikut aktivitas yang seringkali ditemukan di lingkungan kerja yang berpotensi menghasilkan metal fume :
-
Pengelasan (Welding)
Kegiatan ini yang paling sering dikaitkan dengan produksi metal fume. Pengelasan merupakan proses penggabungan dua / lebih material dengan cara mencairkan sebagian material induk menggunakan panas dan / atau tekanan. Material yang dipanaskan kemudian membentuk sambungan yang kuat ketika mendingin.
- Pemotongan Logam (Cutting)
Pemotongan logam merupakan proses membagi logam menjadi bentuk / ukuran yang lebih kecil. Metodenya bisa berbagai macam, mulai dari pemotongan mekanik (gergaji, shearing), termal (laser, plasma, oxyfuel), atau abrasif (waterjet, gerinda). Berbagai proses tersebut menghasilkan asap logam yang berpotensi terpapar secara langsung kepada pekerja.
- Pengecatan & Pelapisan (Coating)
Proses coating memiliki beberapa titik yang rentan untuk menghasilkan metal fume, diantaranya yakni pengamplasan, serta pengaplikasian cat pada material logam. Bahan yang digunakan untuk cat juga berpengaruh terhadap potensi paparan metal fume di lingkungan kerja. Cat dengan kandungan logam berbahaya seperti sinc (Zn), magnesium (Mn), serta kadmium (Cd) tentu memiliki potensi lebih besar menghasilkan metal fume yang berbahaya apabila dihirup oleh pekerja.
- Pengamplasan (Sanding)
Meskipun tidak melibatkan pemanasan secara langsung, pengamplasan merupakan proses menghaluskan permukaan material seperti kayu, logam, dan sebagainya melalui pengikisan menggunakan bahan abrasif (keras), yaitu amplas. Proses ini menghasilkan serbuk-serbuk halus yang juga dapat terpapar dan membahayakan para pekerja.
- Peleburan Logam (Smelting)
Peleburan logam merupakan proses dimana logam dipanaskan hingga titik lelehnya, mulai dari ratusan bahkan hingga ribuan derajat celcius tergantung pada jenis logamnya. Proses ini tentu menghasilkan asap logam yang berbahaya apabila terpapar secara langsung pada pekerja.
Seberapa Berbahaya Metal Fume?
Dalam jangka pendek, paparan metal fume secara intens dapat menyebabkan reaksi peradangan dalam tubuh individu. Hal ini memicu tubuh melepaskan sitokin, kemudian memantik sel-sel imun untuk bekerja sehingga menghasilkan gejala seperti demam (metal fume fever).
Dalam jangka panjang, metal fume memiliki efek yang tidak kalah mengerikan. Asap ini terbentuk dari berbagai bahan yang digunakan dalam proses pengelasan, seperti elektroda, logam, dan flux dengan ukuran bervariasi mulai dari 0,2 mikrometer s/d 3 mikrometer. Partikel berukuran > 0,5 mikrometer akan tersaring oleh hidung, sedangkan partikel dengan ukuran lebih kecil akan masuk ke dalam paru-paru. Sebagian bisa jadi dapat dihembuskan kembali, namun sebagian lainnya mengendap di alveoli (kantung udara dalam paru-paru). Jika sudah terakumulasi, maka dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan kronis.
Studi terkini menyebutkan bahwa pekerja di bidang welding memiliki potensi 20-30% lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru. Hal ini disebabkan oleh paparan asap las yang luar biasa tinggi, bahkan per tahun asap las beracun yang dihasilkan dapat mencapai 35-75kg. Bisa dibayangkan seberapa mengerikan dampak yang bisa dihasilkan dalam jangka panjang.
Dapatkan Informasi Layanan Kami : Layanan Uji Lingkungan
Pentingnya Pengendalian Paparan Metal Fume di Tempat Kerja
Paparan metal fume sangat sulit untuk dihilangkan dalam proses operasional perusahaan, karena kebutuhan akan penggunaan logam memang masih sangat tinggi. Namun, pengendalian paparan terhadap pekerja dapat menjadi fokus utama bagi perusahaan agar dapat menjaga kesehatan karyawan, sehingga performanya tetap stabil dalam jangka panjang tanpa mengalami penyakit akibat kerja (PAK).
Bagaimana cara yang efektif untuk dapat mengendalikan paparan metal fume di tempat kerja? Mitra Persada dapat mengikuti sesi Mimbar Pakar eps. 1 bersama ..... Pastinya pemateri yang luar biasa. Stay tune untuk informasi selengkapnya & hubungi 0823-3454-2313 (Marketing GMP) untuk mendapat penawaran terbaik untuk uji lingkungan Anda!