Seringkali kita melihat besi yang berkarat, di samping rumah maupun di pinggir jalan. Fenomena itu merupakan contoh dari proses oksidasi logam. Logam yang telah teroksidasi (red : oksida logam) dapat menyebabkan pencemaran pada produk akhir akibat proses korosi. Jika dipanaskan melalui proses pengelasan, uap yang dihasilkan juga dapat memberikan bahaya yang berlipat bagi pekerja yang terpapar.
Artikel ini akan membahas terkait bahaya oksida logam di industri, serta pengaruhnya terhadap metal fume yang dihasilkan.
Apa Itu Oksida Logam
Oksida logam adalah reaksi kimia yang terjadi, dimana logam bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk senyawa oksida. Fenomena ini seringkali ditemui pada jenis logam yang mudah bereaksi terhadap udara / kelembaban lingkungannya, seperti besi (Fe) yang teroksidasi kemudian membentuk lapisan karat.
Oksidasi logam yang terjadi biasanya berpengaruh terhadap perubahan warna, tekstur, serta sifat mekanik logam.
Mekanisme Oksidasi Logam
Setelah mengetahui apa itu oksidasi logam, penting untuk mengetahui bagaimana mekanisme terjadinya proses oksidasi pada logam. Proses oksidasi terjadi ketika interansi logam dan zat non logam yang menyebabkan logam kehilangan elektron. Adapun beberapa penyebab terjadinya oksidasi logam, diantaranya :
-
Paparan Udara (Oksigen
Faktor ini adalah penyebab paling umum terjadinya oksidasi logam, dimana logam dan oksigen bereaksi akibat paparan udara secara langsung. Contoh oksidasi logam akibat paparan udara yakni besi (Fe) yang terkena oksigen terus menerus dapat menghasilkan karat (Fe₂O₃).
-
Suhu Tinggi / Panas
Suhu yang tinggi dapat mempercepat proses oksidasi, sehingga masuk salah satu kategori penyebab oksidasi pada logam. Beberapa contoh pengolahan logam dengan melibatkan suhu tinggi, yakni welding (pengelasan), smelting, cutting, serta heat treatment.
Tingginya suhu menyebabkan logam menghasilkan asap / uap yang juga biasa disebut dengan welding fume / metal fume.
Baca Juga : Asap Las Berbahaya? Ini Kandungan Asap Las dan Senyawa Berbahaya yang Bisa Memicu Penyakit
-
Kelembaban / Air
Sama seperti suhu tinggi, air juga dapat mempercepat proses oksidasi karena peran air sebagai media elektrolit yang dapat menjembatani perpindahan elektron. Hal ini dapat disaksikan pada lingkungan pesisir pantai, wilayah pertambangan, dan sebagainya.
Mengapa Oksida Logam Berbahaya Saat Terhirup
Zat logam yang telah teroksidasi biasanya menguap kemudian mengembun menjadi partikel yang sangat halus, sehingga dapat menembus saluran pernapasan hingga paru-paru tanpa dapat dicegah oleh mekanisme pertahanan tubuh.
Reaksi tubuh yang dihasilkan sangat bergantung pada jenis logam dan intensitas paparan. Contohnya, seng (Zn) dapat menyebabkan reaksi jangka pendek seperti metal fume fever, sedangkan berilium (Be) dapat menyebabkan kerusakan paru-paru kronis.
Mengenal Berilium Oksida
Berilium merupakan salah satu jenis logam yang memiliki beberapa sifat, seperti berwarna putih keabu-abuan, memiliki bobot sangat ringan, serta bersifat mekanis (kemampuan merespon ketika dikenai gaya / tekanan) dan termal (kemampuan merespon suhu tinggi, menghantarkan, menyimpan, menyerap, dll).
Berilium oksida merupakan hasil oksidasi dari logam jenis berilium, memiliki sifat sebagai insulator / tidak dapat menghantarkan listrik, serta memiliki konduktivitas termal (menghantarkan panas) yang luar biasa tinggi.
Senyawa ini juga memiliki titik didih yang sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan bahan pelapisan logam tahan api khusus.
Hubungan Berilium Oksida dengan Metal Fume
Pada intinya, metal fume tidak akan menghilangkan sifat dari senyawa aslinya, termasuk diantaranya berilium. Apabila sumber logam memiliki kandungan berilium, seperti dalam pembuatan berrilium oxyde ceramic, yakni material dengan konduktivitas termal dan ketahanan panas yang sangat tinggi, secara otomatis uap yang dihasilkan selama proses pengolahan akan mengandung berilium.
Proses oksidasi yang terjadi, seperti pada pengelasan, pelapisan, pembentukan, dan sebagainya akan menghasilkan metal fume yang mengandung berilium oksida.
Bagaimana Terjadinya Paparan Berilium Oksida di Industri
Paparan berilium oksida dapat dihasilkan melalui berbagai proses, seperti pemanasan logam (peleburan (smelting), pengelasan (welding), pemotongan menggunakan panas (laser, oxy-cut)), proses machining seperti grinding, polishing (pemolesan), dan sebagainya. Paparan dapat terjadi melalui beberapa jalur, diantaranya :
- Inhalasi (Terhirup)
Ini merupakan jalur paling umum ditemukan pada paparan berilium oksida / senyawa logam lainnya. Partikel hasil oksidasi yang sangat kecil menyebabkan uap logam (metal fume) dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan menumpuk, hingga menyebabkan gangguan pernapasan tertentu.
Baca Juga : Dampak Apabila Metal Fume Terhirup oleh Pekerja
- Terpapar pada Kulit & Mata
Meskipun tidak banyak dibahas, namun paparan berilium oksida pada kulit dan mata juga dapat menyebabkan iritasi. Paparan uap berilium oksida jika terpapar secara terus menerus tanpa pelindung juga dapat menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan dalam jangka panjang.
- Tertelan
Meskipun kasus yang sangat jarang, namun senyawa berilium dapat tanpa sengaja tertelan oleh pekerja, seperti ketika makan, minum, atau merokok ketika tangan sedang terkontaminasi senyawa berilium oksida.
Dampak Paparan Berilium Oksida terhadap Kesehatan
Berilium oksida memiliki dampak spesifik terhadap kesehatan pekerja, yang berbeda dengan mayoritas jenis logam lainnya. Paparan berilium dapat menyebabkan efek sensitisasi, yakni kondisi dimana tubuh menjadi over-reaction terhadap zat tertentu.
Efek ini tidak dimiliki oleh logam lainnya apabila terpapar pada manusia. Paparan berilium oksida bisa jadi tidak menimbulkan reaksi apapun pada individu ketika pertama terkena paparan, namun tubuh telah mengidentifikasi zat tersebut sebagai suatu ancaman.
Di kemudian hari, paparan kecil berilium oksida terhadap tubuh bisa saja menyebabkan dampak besar, bahkan bisa menyebabkan Chronic Beryllium Disease (CBD) atau gangguan kronis paru-paru terhadap asap berilium.
Baca Juga : Dampak Kepatuhan Jangka Panjang bagi Perusahaan
Strategi Pengendalian dan Pencegahan
Mitra Persada pasti bertanya-tanya, “lalu apa yang bisa kami lakukan?”. Nah, MinPer dibantu dengan tim expert dari Graha Mutu Persada yang telah menulis artikel terkait Strategi Pengendalian dan Pencegahan Paparan Metal Fume di Lingkungan Kerja. Mitra Persada boleh mampir di artikelnya (klik tautan ini), juga boleh berkenalan dengan salah satu anggota tim expert kami (klik tautan ini).
MinPer juga mengundang seluruh Mitra Persada untuk hadir pada Webinar Mimbar Pakar eps. 1 dengan tema "Metal Fumes 101: Definisi, Regulasi, dan Dampak Pentingnya bagi Industri" yang akan membahas tentang paparan metal fume di lingkunga kerja, tentunya bersama expert yang telah berpengalaman di dunia K3 selama bertahun-tahun.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan cek informasi pendaftaran melalui tautan berikut / hubungi 0823-3454-2313 (Marketing GMP) untuk infomasi selengkapnya!