Metal fume fever bukan sembarang demam. Penyebabnya berbeda, bukan sekadar kelelahan atau digigit nyamuk. Penyakit ini disebabkan asap logam yang dihasilkan pada proses pengelasan di tempat kerja.
Proses pengelasan bisa dengan mudah kita saksikan dalam keseharian kita, di bengkel pembuatan pagar misalnya. Proses ini dilakukan untuk menggabungkan dua / lebih material, bisa menggunakan tekanan maupun suhu tinggi. Nah, asap yang dihasilkan pada proses ini yang berbahaya jika terus menerus terpapar pada manusia.
Yuk kita bahas tentang fenomena demam tukang las ini!
Apa Itu Metal Fume Fever
Seperti yang sudah MinPer mention di atas, Metal Fume Fever adalah demam yang secara spesifik disebabkan oleh paparan uap logam secara terus menerus. Uap logam menghasilkan zat-zat kimia seperti seng oksida (ZnO), aluminum oksida (Al2O3), serta magnesium oksida (MgO) yang dihasilkan ketika zat logam tertentu dipanaskan.
Zat-zat kimia di atas jika dihirup oleh manusia dapat menyebabkan berbagai macam dampak, mulai dari imunitas tubuh yang menurun, iritasi pada saluran pernafasan, bahkan demam yang berulang.
Bayangkan, jika minimal 5 hari dalam satu pekan seseorang terpapar asap logam terus menerus, terlebih dalam lingkup industri dengan skala yang jauh lebih besar. Bukannya kebal, yang ada setiap kali tidak terpapar metal fume, tingkat toleransi individu berkurang sehingga mengalami demam. Karena siklus yang terus berulang itulah alasan mengapa metal fume fever juga sering disebut dengan monday morning syndrome.
Penyebab Utama Metal Fume Fever
Metal fume fever pada dasarnya tidak hanya rentan terjadi pada tukang las, karena paparan logam tidak hanya rentan terjadi pada proses pengelasan. MinPer coba merangkum penyebab utama metal fume fever dengan bahasa yang sangat sederhana.
Inti dari segala inti, metal fume fever terjadi ketika seseorang terkena paparan logam secara intens, baik dalam bentuk uap, asap, partikel super halus, dan sebagainya. Sumbernya bisa berupa proses pengelasan yang jelas-jelas menghasilkan uap / asap, bahkan bisa terjadi pada proses yang dilakukan tanpa melibatkan panas tinggi, seperti pengamplasan.
Baca Juga : Apa Itu Fume dan Mengapa Paparan Metal Fume Bisa Berbahaya di Lingkungan Kerja
Proses pengamplasan menghasilkan serbuk / partikel logam halus yang juga berpotensi masuk saluran pernafasan. Beberapa jenis logam rentan menyebabkan metal fume fever, seperti Zinc (ZnO), Magnesium Oksida (MgO), Copper (CuO). Jenis logam lain bukan berarti tidak berbahaya, beberapa justru menghasilkan dampak jangka panjang yang jauh lebih berbahaya.
Jangan dilupakan, permukaan logam yang dilapisi bahan tertentu juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti cat anti karat, baja berlapis cadmium, dan sebagainya yang jika dipanaskan bisa menghasilkan asap yang beracun apabila dihirup oleh manusia. Kesimpulannya, meskipun sering disebut dengan ‘demam tukang las’, metal fume fever berpotensi terjadi pada setiap orang yang sering berkaitan dengan logam dalam aktivitas sehari-harinya.
Mekanisme Terjadinya Metal Fume Fever
Zat-zat yang tadi sudah MinPer jelaskan di atas, cepat atau lambat, sedikit atau banyak, akan ‘melukai’ paru-paru kita. Ajaibnya tubuh, dia langsung memberikan reaksi ketika mendapatkan sinyal ancaman dari zat-zat kimia yang masuk ke dalam saluran pernafasan.
Sel imun panik, kemudian segera memencet alarm untuk segera melepas sitokin (protein yang bertugas membawa pesan antar sel imun ketika ada sinyal bahaya). Nah, si sitokin inilah yang bertugas untuk memberikan sinyal ke seluruh tubuh, bahwa ada zat yang mengancam tubuh.
Broadcast pesan dari sitokin kemudian direspon oleh tubuh dengan kenaikan suhu tubuh (demam), merasakan badan pegal, lemas, dan sakit semua. Ini bukan reaksi alergi, melainkan respon tubuh ketika ada zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Penyakit ini biasanya bertahan selama 1-2 hari, kemudian dapat kembali pulih tanpa merusak organ manapun. Sayangnya jika terpapar terus menerus, bukan tidak mungkin efeknya jadi akumulatif. Terus menumpuk dan menimbulkan dampak yang jauh lebih berbahaya di kemudian hari.
Gejala dan Karakteristik Metal Fume Fever
Seseorang yang mengalami metal fume fever ditunjukkan melalui beberapa gejala fisik yang sedikit banyak mirip dengan penyakit umum lainnya seperti flu / gejala pneumonia, diantaranya yakni :
- Demam Tinggi
- Menggigil
- Nyeri Otot / Sendi
- Badan Lemas
- Sakit Kepala
Kesalahan diagnosis yang sering terjadi diakibatkan oleh kemiripan gejala metal fume fever dengan penyakit lainnya. Adapun beberapa karakteristik penyakit metal fume fever yang sudah MinPer rangkum sebagai berikut :
- Terjadi 4-12 jam setelah terkena paparan dengan asap logam
- Durasi penyakit singkat (24-48 jam), dapat sembuh tanpa antibiotik
- Disebabkan oleh paparan logam (ZnO, MgO, CuO, dll)
- Dapat terjadi secara berulang
- Bagi individu yang sering terpapar, kadar toleransinya naik ketika terkena paparan, kemudian menurun dan drop ketika tidak sedang terkena paparan (biasanya terjadi di akhir pekan)
Meskipun tidak dapat menyebabkan kerusakan berat pada paru-paru, jika paparan terjadi dalam dosis yang luar biasa tinggi, dengan intensitas yang terus berulang, bukan tidak mungkin dampaknya lebih dari sekadar demam 2 hari. Atau bisa jadi, ada jenis logam berbahaya yang ikut terhirup sehingga dampak bahayanya bisa dirasakan ‘instan’, tanpa menunggu jangka panjang.
MinPer berharap Mitra Persada beserta seluruh rekan di perusahaan tempat Mitra Persada bekerja, dan seluruh keluarganya dilindungi dari paparan logam yang membahayakan seperti ini. Tapi untuk Mitra Persada yang memang pekerjaannya menuntut demikian, MinPer ingin sedikit berbagi tips agar dampak negatif paparan metal fume bisa diminimalisir!
Pencegahan Dampak Buruk Paparan Metal Fume di Lingkungan Kerja
Dalam lingkup industri, kesadaran untuk menjaga diri dari paparan metal fume tidak hanya perlu dimiliki oleh individu, namun juga secara kolektif khususnya pada pemangku kebijakan. Kepedulian yang tinggi perusahaan terhadap keselamatan kerja karyawannya dapat memberikan dampak positif, seperti mengurangi Penyakit akibat Kerja (PAK), bahkan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi dampak buruk paparan metal fume di lingkungan kerja, diantaranya :
-
Mengurangi Potensi Paparan
Bagi sebagian industri yang memerlukan proses pengelasan dan bahan logam sebagai aspek penting dalam operasional bisnis, tentu sangat kecil kemungkinan bisa menghilangkan seluruh paparan. Paling tidak, terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan untuk meminimalisir potensi paparan, diantaranya yakni : menggunakan teknik alternatif cold joining (menggabungkan logam tanpa menggunakan panas), memilih metode pengelasan yang paling minim menghasilkan asap (ex : las laser), menggunakan teknologi pendukung (remote welding, robot las, turntable, dll), dan berbagai upaya lainnya.
-
Menggunakan Local Exhaust Ventilation (LEV)
Apabila tidak ada proses pengelasan yang dapat diminimalisir, perusahaan dapat menggunakan ventilasi pembuangan lokal / local exhaust ventilation. Fungsinya untuk menyerap asap untuk meminimalisir paparan asap las terhadap para welder / pengelas. Alat ini bekerja dengan menangkap udara yang tercampur kontaminan (logam, dsb), kemudian disalurkan dan dibersihkan sebelum kemudian dibuang menggunakan fan (kipas) dalam bentuk udara bersih.
-
Menggunakan Peralatan Pelindung Pernapasan (RPE) dan Alat Pelindung Diri (APD)
Apabila pemasangan LEV dirasa masih kurang praktis, seminimalnya para pekerja (welder) dipastikan harus menggunakan Peralatan Perlindungan Pernapasan (RPE) dan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan standar.
Adapun untuk RPE yang digunakan, dapat memperhatikan 3 hal berikut :
- Menggunakan masker sekali pakai / half mask untuk pekerjaan 1-2 jam.
- Menggunakan battery powered air fed protective equipment untuk pekerjaan dengan durasi lebih lama (spesifikasi : APF20).
- Memastikan penerapan clean shave policy bagi pengguna RPE.
- Melakukan fit testing.
Langkah ini juga bisa dilakukan apabila proses pengelasan dilakukan di luar ruangan, ketika LEV tidak bisa digunakan.
Kapan Perusahaan Harus Sadar Melakukan Pengujian Metal Fume
Setiap perusahaan idealnya perlu sadar terkait pentingnya pengujian metal fume, khususnya bagi perusahaan-perusahaan dengan proses operasional yang banyak menggunakan pengolahan logam. Hal ini penting untuk meminimalisir Penyakit Akibat Kerja (PAK), menjaga produktivitas karyawan, serta meningkatkan keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja karyawan agar performa karyawan tetap dapat bertahan dalam jangka waktu panjang tanpa mengalami gangguan kesehatan.
Dapatkan Informasi Layanan Kami : Layanan Uji Lingkungan
Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai layanan pengujian metal fume, produk terbaru dari PT Graha Mutu Persada, Anda dapat menghubungi tim kami melalui +62-823-3454-2313 (Marketing GMP). PT Graha Mutu Persada berkomitmen memberikan layanan yang cepat, tepat, dan handal.