Lingkungan 02 Agustus 2023 Oleh: Admin Persadalab

Uji Kualitas Air Sungai : Kenali Definisi, Titik Pengambilan Sampel, dan Parameternya

Uji Kualitas Air Sungai : Kenali Definisi, Titik Pengambilan Sampel, dan Parameternya

Mitra Persada pasti pernah, ketika berjalan-jalan di suatu wilayah, kemudian melihat sungai yang airnya mengalir deras dan jernih. Betapa menyenangkan dan menenangkan rasanya. Sebaliknya, Mitra Persada juga pasti pernah ketika berkunjung ke suatu tempat dimana sungainya ada, namun sangat kotor, bau, bahkan cenderung menjijikkan.

Sayangnya, fenomena itu tidak terjadi di satu dua sungai saja. Berdasarkan data dari KLHK pada tahun 2023, 16,61% sungai di Indonesia mengalami pencemaran sedang hingga berat. Jika angka itu dapat bicara, mungkin ia mengeluh meminta kita untuk sadar tentang kebersihan sungai di Indonesia.

Karena itu MinPer menulis artikel ini untuk mengajak Mitra Persada sekalian untuk memahami dengan lebih utuh, kenapa uji kualitas air sungai penting dilakukan oleh pelaku industri seperti Mitra Persada. Sebelum lebih jauh, we start from a most fundamental question, apa itu air sungai?

Apa Itu Air Sungai?

Berdasarkan beberapa referensi yang minper baca, sungai didefinisikan sebagai aliran permanen yang mengalir dari suatu sumber menuju titik muaranya. Nah, muara sungai bisa beragam banget nih MinPer bentuknya, ada yang laut, sungai, bahkan sungai lain yang lebih besar.

Sungai terbentuk dari proses alamiah secara geologis yang cukup panjang, seperti erosi, presipitasi, dan pencairan salju. Sungai sendiri memiliki karakteristik yang unik, mulai dari lebar, kedalaman, debit air, hingga ekosistem yang hidup di dalamnya memiliki karakter yang berbeda-beda.

Dalam praktiknya, pelaku industri sangat penting untuk menguji kualitas air sungai untuk mengetahui tingkat pencemaran yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Lebih dari itu, pentingnya pengujian air sungai juga bukan hanya sebatas formalitas untuk memenuhi regulasi, melainkan karena sungai telah menjadi bagian yang integral dengan kehidupan masyarakat luas, seperti untuk keperluan mencuci, transportasi, bahkan untuk konsumsi (sebagai air minum dan memasak) sehingga kualitasnya akan memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat.

Sumber Pencemaran Air Sungai

Setelah mengetahui definisi air sungai, penting bagi Mitra Persada untuk mengetahui sumber-sumber yang dapat menyumbang pencemaran air sungai secara masif. 

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, pencemaran sungai juga bisa dihasilkan oleh berbagai lini kehidupan dan industri, mulai dari rumah tangga, industri, pertanian, kesehatan, dan sebagainya. Di  artikel ini, MinPer akan kerucutkan dalam pembahasan ‘pencemaran yang dihasilkan oleh industri’.

Setiap industri memiliki limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Pertanyaannya, apa bentuk limbah yang dihasilkan, seberapa besar, dan bagaimana perusahaan mengelola limbah tersebut. MinPer bantu mengkategorisasikan jenis limbah yang dihasilkan oleh masing-masing industri agar Mitra Persada lebih paham tentang apa-apa saja yang bisa mencemari air sungai di sekitar perusahaan Mitra Persada.

  • Pabrik Tekstil : Deterjen, Pewarna Tekstil, dll
  • Pabrik Kimia : Logam Berat, Pestisida, dll
  • Pabrik Logam : Logam Berat (ex : Merkuri, Timbal, Kadmium)
  • Pabrik Makanan : Sisa Makanan, Minyak Goreng, dsb

Limbah yang dibuang begitu saja ke sungai tentu sangat merugikan, baik bagi masyarakat, industri, maupun ekosistem yang ada di sungai tersebut. Pada sub-bab berikutnya MinPer akan membahas tentang dampak buruknya pencemaran air sungai terhadap kehidupan manusia dari berbagai aspek.

Dampak Kualitas Air Sungai terhadap Kehidupan

Concern MinPer terhadap permasalahan kualitas air sungai di Indonesia tentu bukan tanpa alasan. Buruknya kualitas air sungai dapat menimbulkan efek domino yang sangat buruk, baik bagi lingkungan, manusia, maupun makhluk hidup yang lain. 

Kak Yumna Widhayana dari Universitas Airlangga dalam jurnalnya menyatakan bahwa pencemaran air sungai berkontribusi terhadap peningkatan berbagai kasus penyakit berbasis air, seperti diare, infeksi saluran pencernaan, gangguan kulit, serta gangguan sistem syaraf akibat paparan bahan kimia berbahaya.

a) Disrupsi Rantai Makanan

Sungai selain menjadi salah satu komponen krusial dalam aktivitas manusia juga menjadi tempat tinggal bagi banyak spesies lainnya. Pencemaran yang terjadi tanpa terkontrol dengan baik tentu akan sangat memengaruhi kualitas air, sehingga dapat menyebabkan rusaknya ekosistem laut yang berbuntut panjang pada terganggunya rantai makanan. 

Berdasarkan laporan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pencemaran air sungai telah menyebabkan kepunahan pada beberapa spesies ikan air tawar di Indonesia.

b) Dampak Ekonomi

Kualitas air yang buruk tentu memengaruhi populasi ikan di sungai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Di negara yang 70% didominasi perairan, tentu sungai menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat. Buruknya kualitas air sungai tentu berpotensi memengaruhi hasil tangkapan nelayan, juga menurunkan minat wisatawan untuk dapat berkunjung ke daerah tersebut akibat sungai yang kotor dan bau.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 merilis data, dimana 40% produksi menurun akibat pencemaran sungai, sedangkan total wisatawan menurun hingga 25%. Tidak lain dan tidak bukan, penyebabnya adalah pencemaran air sungai akibat limbah industri, domestik, masyarakat, dan sebagainya.

Baca Juga : Dampak Air Limbah Industri pada Pencemaran Badan Air

c) Ancaman bagi Kehidupan Manusia

Benar. Meskipun terlihat sederhana, namun hal ini benar-benar menjadi ancaman nyata bagi manusia. Pusat Penelitian Lingkugan Hidup Institut Teknologi Bogor (IPB) pada tahun 2022 menyatakan bahwa lebih dari 25 juta penduduk Indonesia terkena dampak langsung dari pencemaran air sungai ini. 

Kini 3 tahun sudah setelah data itu rilis, bukan tidak mungkin angkanya meningkat berkali-kali lipat yang tentu menggambarkan bahaya besar yang mengintai manusia jika tidak segera sadar dan melakukan tindakan konkret untuk mengatasi pencemaran air sungai di sekitar lingkungan kita.

Perbedaan Upstream vs Downstream

Kalau kata kak gem, “Singkat Saja!”. Upstream dan downstream berbicara tentang titik pengambilan sampel uji air sungai. Upstream berarti titik pengambilan sampel dilakukan sebelum air sungai melalui titik pembuangan limbah, sedangkan downstream dilakukan setelah air sungai melalui titik pembuangan limbah.

Tujuannya sederhana, untuk mengetahui seberapa besar dampak kontaminasi air limbah terhadap kualitas air sungai. Jika tidak sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan, wah bisa jadi ada yang salah dengan proses pengelolaan limbahnya sebelum dibuang ke sungai.

Cara Menjaga Kualitas Air Sungai

“Tidak ada hasil yang berbeda, yang lahir dari usaha yang sama”. Jika mau hasilnya berubah, maka para pelaku industri juga mesti sadar bahwa perlu adanya upaya yang lebih serius untuk menjaga kualitas air sungai di sekitar perusahaan Mitra Persada. 

MinPer punya 3 tips yang bisa digunakan dan dikembangkan oleh Mitra Persada demi memastikan kualitas air sungai di sekitar perusahaan Mitra Persada terjaga dengan baik. Check it out!

a) Pengelolaan Air Limbah secara Terpadu (Integrated)

Perlu diakui, bahwa di Indonesia belum banyak yang menerapkan sistem pengelolaan air limbah secara kolektif dan terpadu. Meski begitu, metode ini banyak digunakan di negara-negara dengan tingkat kebersihan yang diakui seluruh dunia. 

Seiring perkembangan penduduk yang kian pesat, kota Osaka di Jepang telah menerapkan metode Combined Sewer Overflow (CSO) yang memungkinkan penampungan dan pembuangan air limbah dengan lebih  optimal, terlebih keitka musim hujan dimana debit air meningkat secara drastis.

 b) Pengolahan Limbah Industri secara Khusus

 

MinPer sengaja meng-highlight poin ini khusus untuk pelaku industri seperti Mitra Persada, meskipun sebenarnya penghasil limbah air sungai juga bisa dari rumah tangga dan sebagainya. Alasannya, industri menghasilkan limbah dengan jumlah yang jauh lebih besar. Industri juga memiliki resource / sumber daya yang jauh lebih kuat, sehingga memungkinkan untuk melakukan pengolahan limbah dengan jauh lebih baik sebelum dibuang ke sungai.

Penggunaan teknologi termutakhir juga bisa digunakan demi menjaga air limbah yang dihasilkan dan dibuang tidak mencemari lingkungan dan merusak ekosistem yang hidup disana.

c) Pengujian Kualitas Air Sungai secara Berkala

MinPer selalu menanamkan mindset untuk tidak asal jualan layanan, melainkan menjual solusi untuk Mitra Persada. Untuk menjaga kualitas air sungai, khususnya pada perusahaan yang memiliki wilayah produksi di sekitar sungai atau industri yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar, pengujian lingkungan secara berkala menjadi salah satu aspek yang sangat penting.

Baca Juga : Pengujian Lingkungan Kualitas Air!

MinPer mengajak Mitra Persada untuk melakukan uji kualitas air sungai seminimalnya 6 bulan sekali. “Gimana cara pengujiannya? Dimana saya bisa uji air sungai?” Eit, tenang tak perlu gusar. Mitra Persada cukup menghubungi 0823-3454-2313 (Marketing GMP) untuk mendapatkan layanan uji lingkungan terbaik dari PT Graha Mutu Persada. Kami juga menyediakan layanan konsultasi, hingga pengurusan berbagai dokumen lingkungan yang dibutuhkan oleh perusahaan Anda.

Tags:
Share:
Link berhasil disalin!
Hubungi Kami