Persada Laboratory  01 Jul 2022 

Reverse Osmosis (RO) bukanlah istilah yang asing bagi para pelaku industri, khususnya rumah sakit yang sangat menjaga kebersihan dan sterilitas di setiap proses operasionalnya. Air ini bukan seperti air doa dengan segala kepercayaan supranatural di baliknya, melainkan dihasilkan dari proses kimia yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mitra Persada pasti hafal, kalau MinPer membuka dengan kalimat di atas, pasti MinPer sudah punya penjelasannya. So, let’s check it out!

Apa Itu Osmosis?

Oasis adalah…. Oscar. Oscar Osmosis maksudnya (jokes reference : Oscar Oasis). Yuk ah MinPer mode serius nih hehe. Osmosis adalah proses perpindahan molekul pelarut (biasanya dalam bentuk air) dari larutan dengan konsentrasi rendah menuju larutan berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel.

Nah, kuncinya adalah di ‘membran semipermeabel’ yaitu selaput tipis yang hanya mengizinkan komponen tertentu untuk melewatinya, dan mencegah komponen lainnya yang tidak dibutuhkan. Prinsip ini pula yang digunakan dalam proses reverse osmosis (RO). Pertanyaannya…. Apa itu reverse osmosis?

Pengertian Air Reverse Osmosis

Sesuai namanya, Reverse Osmosis atau Osmosis Balik merupakan kebalikan dari proses Osmosis itu sendiri. Jika osmosis adalah proses perpindahan molekul pelarut dari konsentrasi rendah ke larutan konsentrasi tinggi, pada proses reverse osmosis air diberi tekanan tinggi agar dapat mengalir dari larutan konsentrasi tinggi ke rendah melalui membran permeabel. 

Sesuai prinsipnya, proses ini dilakukan agar hanya air murni yang dapat melewati membran semipermeabel tersebut. Dengan kata lain, proses ini dapat menghilangkan ion, mineral, serta kontaminan lain seperti logam, bakteri, zat kimia, dan sebagainya.

Cara Kerja Reverse Osmosis

Meskipun namanya ‘Reverse Osmosis’, dimana membran RO menjadi fokus utama, proses ini juga terdiri dari beberapa tahap filtrasi lainnya. Adapun filter yang digunakan dalam rangkaian proses reverse osmosis, diantaranya : 

  • Filter Sedimen : Mengurangi partikel berukuran besar, seperti kotoran, debu, karat, dan sebagainya.
  • Filter Karbon : Mengurangi senyawa organik yang mudah menguap (ex : VOC, Klorin, dan Kontaminan lain yang memberi air rasa / bau tidak enak).
  • Membran Reverse Osmosis :  Filter utama yang dapat menghilangkan hingga 98% total padatan terlarut (TDS). Filter ini berukuran kecil sehingga dapat mencegah kontaminan lain masuk.

Ketiga filter tersebut sangat penting untuk menghasilkan air yang murni tanpa kontaminan, sehingga cocok untuk konsumsi sehat, hingga kebutuhan hygiene dan sterilisasi seperti di rumah sakit.

Setelah memahami filter apa saja yang digunakan dalam proses reverse osmosis, penting untuk Mitra Persada mengetahu tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses penyaringan menggunakan mesin RO. Tenang, tidak perlu pusing karena MinPer sudah merangkum dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Mitra Persada sekalian.

  • Pre-Filtrasi : 

Ketika pertama kali masuk mesin RO, air akan melalui proses pre-filtrasi. Proses ini menggunakan 2 filter sekaligus, yakni filter karbon dan filter sedimen untuk menghilangkan sedimen dan klorin yang dapat menyumbat atau merusak membran RO. 

Tujuan dari proses ini agar partikel-partikel yang berpotensi menyebabkan penyumbatan atau bahkan merusak membran reverse osmosis dapat diminimalisir, sehingga proses penyaringan berlangsung secara bertingkat.

Baca Juga : Teknologi Reverse Osmosis : Mengungkap Rahasia Air Bersih

  • Filter Utama (Membran RO)

Proses ini merupakan tahapan utama, dimana air akan melalui membran reverse osmosis. Ukuran membran yang digunakan beragam bergantung kebutuhannya. Membran RO untuk keperluan rumah tangga memiliki kisaran diameter di angka 1,5 - 1,8 inch, dan panjang 10 - 12 inch.

Berbeda dengan industri yang dapat memiliki diameter hingga 8 inch dan panjang mencapai 40 inch. Ukuran yang lebih besar tentu dapat memengaruhi kapasitas air yang dihasilkan oleh mesin RO itu sendiri.

Pori-pori mesin membran RO ini dirancang sangat kecil, bahkan hingga 0,0001 mikron untuk memastikan yang tersaring adalah air yang benar-benar murni tanpa terkontaminasi zat lain.

  • Penyimpanan Sementara

Setelah melalui proses filtrasi beberapa tahap, air kemudian disimpan pada wadah penyimpanan sementara. Proses penyaringan akan terus berjalan hingga wadah penyimpanan penuh dan mesin akan mati dengan sendirinya.

Penampungan ini dilakukan mengingat proses produksi / penyaringan air pada mesin reverse osmosis memang dilakukan secara perlahan sehingga memerlukan waktu. Adanya wadah penyimpanan sementara berguna agar air tetap dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan tanpa menunggu terlalu lama.

  • Post-Filter & Pendistribusian

Meskipun sudah melalui berbagai proses filtrasi, sebelum didistribusikan air juga tetap melalui tahap post-filter. Tahap ini dilakukan untuk benar-benar memastikan air layak digunakan sebagaimana tujuannya, baik untuk konsumsi, hygiene, dan sebagainya.

Fungsi dan Manfaat RO untuk Industri

MinPer pastinya nggak mau dong nulis panjang-panjang kalau nggak ada manfaatnya untuk Mitra Persada. Selain untuk konsumsi, ternyata reverse osmosis memiliki beberapa manfaat untuk pelaku industri seperti Mitra Persada, diantaranya :

  • Meningkatkan Kualitas Produk : Air sebagai salah satu komponen penting produksi tentu akan memengaruhi kualitas luaran produk yang dihasilkan. Penggunaan air RO pada industri makanan & minuman, farmasi, dan kosmetik tentu dapat meningkatkan kualitas produk dibandingkan penggunaan air biasa.
  • Standar Kebersihan Tingkat Tinggi :

    Bagi industri yang menuntut sterilitas di setiap jengkalnya, seperti rumah sakit, farmasi, dan sebagainya, air reverse osmosis bisa digunakan untuk membersihkan peralatan-peralatan medis. Hal ini untuk meminimalisir kontaminan yang dapat mengganggu kesehatan seluruh warga rumah sakit.

  • Efisiensi Operasional :

    Kualitas air yang terjaga tentu dapat menjaga agar mesin produksi tidak mudah rusak. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, baik dari segi biaya, mutu, maupun waktu. Tidak perlu ada biaya maintenance yang tidak perlu, waktu yang terbuang karena operasional terhambat mesin yang rusak, dan sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Reverse Osmosis

Pengujian air reverse osmosis menjadi salah satu pengujian yang paling diminta oleh Mitra Persada nih. MinPer jadi penasaran, sebenarnya apa sih kelebihan dari sistem reverse osmosis ini?

MinPer penasaran, MinPer juga yang punya jawabannya hihi. Dengan menggunakan sistem Reverse Osmosis ini, Mitra Persada bisa menghilangkan bahkan mencapai 98% padatan terlarut, sehingga air jadi jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Sistem ini juga bisa mengurangi zat kontaminan berbahaya yang larut, sodium, serta mengurangi rasa tidak enak dan bau pada air. Tidak lupa juga, aspek efisiensi juga menjadi pertimbangan karena mesin ini relatif mudah dipasang, biaya perawatan yang murah, serta ramah untuk lingkungan.

Secanggih apapun teknologi yang berkembang, tentu belum dapat mencapai label ‘sempurna’. Penggunaan sistem ini juga masih memiliki beberapa kekurangan, diantaranya yakni penggunaan listrik, aliran air yang sangat kecil, serta memerlukan pergantian membran filter secara berkala. Bukan kekurangan yang fatal, namun tetap menjadi catatan sehingga Mitra Persada bisa lebih objektif dalam menilai cost and benefit dari mesin ini. 

Baca Juga : Uji Kualitas Air RO

Hubungi MinPer di 0823-3454-2313 (Marketing GMP) untuk mendapatkan partner terbaik uji lingkungan perusahaan Anda atau jaga silaturahim dengan MinPer dengan follow akun Instagram @grahamutupersada.id,

Subscribe for Any Information about Graha Mutu Persada, Update Regulasi, dan Berbagai Isu Lingkungan Lainnya di www.grahamutupersada.com & www.persadalaboratory.com.