"Don't judge the book by it's cover", petuah lama tersebut tampaknya tepat sebagai analogi air yang berada di sekitar lingkungan industri. Sekilas jernih, namun siapa yang menyangka menyimpan 'makhluk tak kasat mata' (biota air) yang justru membahayakan?
Dalam konteks industri, risiko pencemaran air meningkat berkali-kali lipat. Mulai dari air limbah industri, air reverse osmosis (RO), hingga air baku (raw water) dari sumber alami—semuanya memiliki potensi menjadi media hidup biota air yang tak diinginkan.
Sayangnya, kualitas air sering kali hanya dinilai dari kejernihan (indikator fisik) atau pH (indikator kimia). Padahal, ada satu indikator penting yang kerap luput dari perhatian, yakni indikator biologis. Keberadaan biota air bisa mengganggu proses industri, merusak lingkungan, bahkan mencemari produk akhir.
Apa yang Dimaksud Biota Air?
Istilah biota air merujuk pada seluruh organisme hidup yang ada di dalam air, baik air tawar, air laut, maupun air yang digunakan dalam lingkup industri.
Biota air mencakup berbagai jenis organisme, termasuk diantaranya yakni mikroorganisme (alga, plankton, dll)
Sebagian besar biota air memang berkontribusi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Meski begitu, terdapat beberapa jenis biota air yang justru membawa dampak negatif terlebih bila berkembang biak secara berlebihan.
Biota blooming / lonjakan populasi biota sendiri dapat disebabkan oleh kontaminasi zat lain, peningkatan suhu, kurangnya sirkulasi air, dan sebagainya. Lonjakan populasi secara besar-besar menyebabkan kerusakan lingkungan hingga berdampak ke industri.
Terdapat beberapa jenis biota yang jika populasinya tumbuh berlebihan dapat menyebabkan kerugian, termasuk bagi perusahaan.
a) Alga (Khususnya Cyanobacteria / Alga Biru - Hijau)
Pertumbuhan alga secara berlebihan dapat menyebabkan air menjadi beracun, berbau, serta mengalami perubahan warna. Biota ini menyebabkan sumbatan pada sistem pemroses air, menyebabkan korosi, dan berbagai dampak negatif lainnya.
b) Bakteri Patogen (E-Coli, Salmonella, dll)
Kontaminasi bakteri patogen dapat menyebabkan penyakit bagi makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Jika teridentifikasi mengandung mikroorganisme ini, produk industri bisa gagal audit kualitas atau bahkan bisa ditarik dari peredaran.
c) Plankton dan Mikroorganisme Lain
Hadirnya plankton dan berbagai mikroorganisme lain dapat memperkeruh air serta menghambat proses kimia dalam air. Dampaknya, efisiensi pendinginan atau pemrosesan air dalam sistem tertutup industri dapat terhambat.
Sayangnya, tidak semua biota air tampak secara kasat mata dan teridentifikasi menggunakan parameter fisik / kimia semata. Jika tidak diperhatikan, dampak yang terjadi bisa begitu mengerikan.
Dampak Kontaminasi Biota Air secara Berlebihan bagi Industri
Seperti yang telah dijabarkan pada sub-bab sebelumnya, bahwa kontaminasi biota air secara berlebih dapat membawa dampak negatif bagi perusahaan. Adapun beberapa dampak yang dihasilkan, diantaranya :
a) Gangguan pada Sistem Operasional
Lonjakan populasi biota air seperti alga, bakteri, hingga organisme mikroskopis lainnya bisa menyumbat sistem perpipaan, menempel di dinding tangki, atau membentuk biofilm di permukaan mesin.
b) Risiko terhadap Kualitas Produk
Air yang digunakan dalam proses produksi tidak hanya harus jernih, tapi juga steril dari mikroorganisme. Kontaminasi biota air pada air yang digunakan pada proses produksi menyebabkan dampak yang fatal. Bisa jadi produk jadi gagal edar akibat kontaminasi dan justru membahayakan pengguna.
c) Kerugian Finansial
Lonjakan biota air dalam kadar yang ekstrem menyebabkan perusahaan perlu melakukan perlakuan khusus pada air agar dapat memenuhi indikator kualitas air yang baik.
d) Dampak Negatif terhadap Lingkungan
Biota air tertentu seperti alga atau bakteri anaerobik, bila dilepaskan ke perairan umum tanpa pengolahan, bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Sebagai contoh, ledakan populasi menyebabkan kadar oksigen dalam air menurun sehingga menyebabkan banyak ikan mati serta pencemaran air.
e) Hancurnya Reputasi Perusahaan
Bisnis tentunya perlu menjaga reputasi untuk tetap mendapat kepercayaan konsumen. Lalainya bisnis dalam memerhatikan analisis lingkungan dapat berimplikasi pada runtuhnya reputasi perusahaan dalam sekejap. Mitra bisnis / konsumen dapat mempertanyakan standar kualitas produk / layanan perusahaan apabila memiliki reputasi buruk dalam pengelolaan lingkungannya.
Pada akhirnya, permasalahan biota air bukan hanya soal lingkungan dan aspek teknis. Kepedulian pelaku bisnis pada dampak lingkungan dapat memberikan proteksi terhadap keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Apa yang Bisa Ditawarkan GMP?
PT Graha Mutu Persada sebagai perusahaan terdepan dalam pengujian lingkungan yang tersertifikasi dan terstandarisasi menyediakan layanan uji kesehatan lingkungan termasuk diantaranya uji biota air bagi industri. Dengan parameter yang sesuai dengan regulasi, serta tenaga ahli yang tersertifikasi, PT Graha Mutu Persada siap memfasilitasi kebutuan industri atas pengujian lingkungan yang cepat, tepat, dan handal.
📞 Hubungi tim Graha Mutu Persada dengan klik icon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini ntuk konsultasi awal, atau kunjungi website kami untuk lihat layanan lengkapnya. Dapatkan pengalaman terbaik uji lingkungan dengan memercayakan kepada PT Graha Mutu Persada!